PENGETAHUAN TARI GANDUT ASAL PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

 Tari gandhut ini sebagai tari tradisional termasuk jenis pertunjukan rakyat daerah Kalimantan Selatan memiliki aneka ragam kesenian yang sejak lama hidup dan berkembang dalam masyarakat titik berbagai bentuk kesenian yang ada itu tersebar di daerah-daerah dengan ciri dan kekhasannya masing-masing. Kesenian daerah tersebut sesungguhnya dapat menjadi sumber aspirasi dan inspirasi daya cipta kesenian di masa yang akan datang kesenian ini perlu dibina dan dipertahankan keberadaannya titik pelestarian tari gandhit dianggap tidak cukup hanya dengan berusaha menampilkan kembali bentuk tariannya namun peran serta masyarakat agar dapat bersama-sama menyelamatkan dan memeliharanya

TARI GANDUT


Tari gandut sudah lama dikenal dan ditarikan masyarakat pendukungnya sekarang Sudah mulai jarang ditampilkan. Langkahnya pertunjukan tari gandut terutama disebabkan banyaknya jenis kesenian baru yang lebih menarik perhatian masyarakat. Selain itu para seniman dari gandut sudah tua-tua dan bahkan banyak yang telah meninggal dunia. Sedangkan generasi penerusnya tidak dapat mempertahankannya dengan baik karena Dian berkurangnya minat terhadap kesenian tradisional

Tari gandut yang pernah populer pada zamannya dahulu itu dipandang layak dan perlu disusun deskripsi tarinya. Sebab jika data dan informasi tentang tari gandot ini tidak direkam atau didokumentasikan dengan baik dikhawatirkan hilang bersama tenggelamnya tari tersebut. Oleh karena itu warisan budaya daerah berupa Tari gandhit itu sudah seharusnya pula tetap dipelihara dan dilestarikan keberadaannya sebagai upaya pengenalan kesenian daerah yang pernah ada.  

Awal tari gandhut ini ditarikan hanya sekitaran masyarakat dan tari ini sebagai hiburan yang sudah banyak penggemarnya Tari gandhut dengan jenis tariannya yang bervariasi dapat dengan mudah diikuti masyarakat dan penontonnya. Hal ini sangat cocok dengan keadaan para petani yang senantiasa disibukan Oleh pekerjaan di sawah yang cukup melelahkan titik tari gandhit yang dapat melibatkan penonton secara langsung itu mampu menghibur masyarakat setelah penat bekerja di sawah

Fungsi tari gandhit dahulu dan sekarang tari gandhut termasuk jenis tari rakyat yang berfungsi sebagai hiburan tari ini diperkirakan sudah ada sejak tahun 1850-an yang dalam perkembangannya hidup subur di lingkungan masyarakat Kalimantan Selatan titik pertunjukan tari gandhit Biasanya pada peristiwa tertentu seperti keramaian desa pesta perkawinan kaul melepaskan niat atau Nazar keluarga dan masyarakat.

Dalam perkembangannya hingga sekarang ini tari gandut yang telah mengalami penyesuaian pun tetap berfungsi sebagai tari hiburan titik di desa pandahan yang merupakan cikal bakal lahirnya tari gandhit seperti yang dikenal sekarang masih bisa dijumpai pertunjukannya. Namun tari gandhit yang masih hidup dan berkembang di daerah ini menekankan pada pertunjukan musik dan lagu-lagu daerah dengan para penari dari kelompok mereka sendiri. Jadi penari prianya tidak berasal dari para penonton yang menyaksikannya tari gandut yang telah disesuaikan dengan perkembangan keadaan itu mereka sebut baja pin titik karena dengan istilah baja bin untuk sebutan tari gandut dapat menghindarkan para seniman pendukungnya atau penilaian yang berat bernada negatif dari masyarakat titik terutama mereka yang kurang menyetujui kehadiran Tari tarian ini. Istilah baja PIN tersebut sesungguhnya bukan hal yang baru karena dalam gendut juga dikenal lagu-lagu dan irama Zapin.

Salah satu Ragam Gerak Tari Gandut


BENTUK DAN JENIS TARI

Sesuai dengan ciri tari rakyat umumnya, tari gandut memiliki fungsi sosial yang hidup, ditarikan bersama, menuntut spontanitas atau respon dan bentuknya pun sederhana. Begitu pula tata rias dan tata busana yang digunakan sangat sederhana, diikuti iringan musik yang dinamis dan cenderung cepat. Tari Gandut sebagai tari rakyat tidak membawakan lakon cerita, sedang jangka waktu pergelarannya tergantung pada gairah penari Gandut dan tingkat ketergugahan penonton. Gerakan-gerakan yang terdapat dalam tarian ini terkadang bersifat humor, sedangkan tempat pementasan berbentuk arena yang memungkinkan tontonan menyatu dengan masyarakat penontonnya.

Ditinjau dari segi pertunjukannya Tari Gandut terbagi atas 4 jenis yang dapat diuraikan satu persatu menurut keadaannya.

1. Tari Gandut Mangadangan

Istilah mangadangan berasal dari kata kandangan dapat diartikan mengurung atau memagar. Dalam tarian ini terlihat gerakan mengurung Gandut yang dilakukan oleh penari pria. Penari Pria selalu berusaha untuk menyudutkan Gandut, sehingga Gandut harus berupaya mengelakkan diri agar bisa ke luar dari kurungan yang dilakukan tersebut. Namun pengertian ke luar disini bukan berarti lari, tetapi selalu memancing penari pria dengan gaya yang memikat hati. Justru gerakan demikian membuat pria menjadi panas, sehingga ia lebih agresif lagi melakukan gerakannya. Sementara itu si Gandut dengan cekatan pula harus menghindar dari desakan penari pria yang ingin mengurungnya tersebut.

2. Tari Gandut Mandung-mandung

Tari Gandut Mandung-mandung dalam gerakan tarinya banyak menggunakan gerak silat Banjar. Penari pria yang menjadi pasangan Gandut menari tidak berusaha menyentuh bagian tertentu dari seorang Gandut. Gerakan penari pria yang seakan siap menyentuh itu diantisipasi dengan gerakan menangkis oleh Gandut, sehingga nampak terlihat seperti gerakan pencak silat.

Untuk jenis tari Gandut Mandung-Mandung ini penari prianya harus benar-benar pandai menari supaya dalam mengikuti gerakan Gandut nebari tidak terkesan canggung. Jadi baik dalam tari Gandut Mangandangan maupun Mandung-Mandung gerak tari yang dilakukan merupakan sebuah tarian yang harmonis, tetapi dalam irama gerak yang berbeda.

3. TARI GANDUT KARONCONGAN

Apabila dalam Tari Gandut Mangandangan dan Mandung-Mandung penari prianya harus memiliki keterampilan menari yang baik untuk mengimbangi kemahiran Gandut, maka pada jenis tari Keroncongan tidak terlalu dituntut kepandaian menari, karena dalam tarian Gandut Keroncongan lebih mengutamakan unsur hiburannya.

Pada pertunjukan tari Gandut jenis Karoncongan ini peranan Gandut sangat menentukan kegairahan penari pria untuk melakukan garakannya. Dengan cara menggandeng seorang pria teman menari, Gandut melangkah megayunkan gerakannya maju mundur mengikuti irama lagu yang ia nyanyikan sendiri.

Dengan gerakan tari yang dipandu Gandut tersebut terkesan sepasang pria dan wanita yang sedang dimabuk asmara dalam suasana riang gembira. Lagu yang dibawakan mengandung arti sepasang remaja yang berkasih-kasihan dan terkadang berisi humor segar yang diucapkan dalam bentuk pantun. Gaya irama nyanyian mirip lagu keroncong.

4. TARI GANDUT MANUNGGAL

Janis tari lainnya dari Tari Gandut ini adalah yang disebut dengan Manunggal. Pada dasarnya grakan yang dilakukan tidak dapat dikatakan sebuah tari, karena gerakan tarinya boleh dikatakan tidak ada. Pria yang akan menjadi pasangan Gandut hanya duduk menanti bersulang kain sehingga identitasnya tidak diketahui oleh Gandut, pria yang berselubung tersebut sambil menyanyi dan mengelus-elus tangan pria yang didudukinya.

Nampaknya jenis Tari Gandut Manunggal ini non khusu diperuntukkan bagi pria yang tidak pandai menari dan mempunyai sifat pemalu, tetapi ingin dihibur oleh Gandut. Dengan berbagai jenis Tari Gandut yang ada memungkinkan semua penonton dapat ikut serta menari bersama Gandut.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DAFTAR SANGGAR-SANGGAR DI TAMAN BUDAYA JAWA TIMUR 2025

Sinopsis Tari Cunduk Menur